Zat Kimia Bocor di Pabrik Catalyst Refiners, Dua Orang Tewas

Zat Kimia Bocor di Pabrik Catalyst Refiners, Dua Orang Tewas – Sebuah kebocoran bahan kimia mematikan terjadi di pabrik Catalyst Refiners di Institute, West Virginia, Amerika Serikat, pada Rabu (22/4/2026). Insiden ini menewaskan dua orang pekerja dan melukai puluhan lainnya .

Peristiwa nahas tersebut bermula sekitar pukul 09.31 waktu setempat. Para pekerja saat itu sedang membersihkan dan melakukan dekontaminasi tangki sebagai bagian dari persiapan penutupan pabrik. Namun, dalam proses tersebut, terjadi reaksi kimia hebat antara asam nitrat (nitric acid) dengan senyawa M2000A .

Reaksi tersebut menghasilkan gas hidrogen sulfida (H₂S) dalam jumlah spaceman besar. Gas ini tidak berwarna tetapi memiliki bau khas seperti telur busuk. Hidrogen sulfida sangat beracun dan bahkan dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit jika terhirup dalam konsentrasi tinggi .

Dua orang pekerja meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, sedikitnya 21 hingga 30 orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit atau menerima perawatan medis. Satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis .

Petugas Medis Juga Jadi Korban

Insiden ini juga menimpa para petugas penyelamat. Tujuh karyawan dinas ambulan yang pertama kali tiba di lokasi terpapar gas beracun dan harus mendapatkan perawatan . Bahkan, karena banyaknya korban, beberapa orang terpaksa dievakuasi ke rumah sakit menggunakan mobil pribadi hingga truk sampah .

Presiden Komisi Kabupaten Kanawha, Ben Salango, mengungkapkan slot 10k bahwa korban yang meninggal dan luka-luka semuanya adalah pekerja di dalam kawasan pabrik. “Anda harus benar-benar mendekati fasilitas itu untuk bisa mencium baunya,” kata Direktur Manajemen Darurat Kabupaten Kanawha, C.W. Sigman, seperti dilansir oleh UPI .

Warga Diminta Mengungsi, Investigasi Dilakukan

Pasca kejadian, otoritas setempat langsung mengeluarkan perintah perlindungan mandiri (shelter-in-place) dalam radius satu mil (sekitar 1,6 km) dari pabrik. Perintah yang mencakup kampus West Virginia State University ini akhirnya dicabut setelah lebih dari lima jam menyusul pemantauan udara yang menunjukkan kondisi membaik .